Skip to content
LHEAVENID universeed

LHEAVENID universeed

LHEAVENID UNIVERSEED HEALING STUDIO – Solfeggio Sound Hypnotherapy

PENYEMBUHAN 5 UNSUR (Part 1)

Posted on Desember 31, 2023Desember 31, 2023 By Alvi Rheyz "Mystical Artist" Tak ada komentar pada PENYEMBUHAN 5 UNSUR (Part 1)

Grounding/Earthing (pembumian), tidaklah terkesan sebagai ritual menyelaraskan sistem tubuh yang non-ilmiah, jika kita sejenak menyadari, bahwa tidak ada keterpisahan antara tubuh kita, dengan planet bumi.

Secara tindakan, ini hanyalah tentang berjalan/berdiri di atas permukaan tanah tanpa menggunakan alas kaki.

Sebenarnya, sudah banyak penelitian yang dilakukan untuk membuktikan manfaat yang diperoleh dari ritual primordial ini. Hanya saja, kabar penting tersebut kurang menyebar pada masyarakat awam. Atau mungkin, disebabkan oleh kesederhanaan tekhnik ini, sehingga membuatnya kurang memikat, terutama di kalangan yang meyakini bahwa keampuhan suatu tekhnik, terletak pada seberapa canggih tingkat kerumitannya.

Jika kita berbicara mengenai eksplorasi kehidupan untuk membuat mesin atau arsitektur bangunan, misal nya, tentu ada baiknya memegang prinsip ‘kerumitan.’

Atau karya-karya eksternal untuk mendukung kehidupan, seperti tekhnologi sedikit menabur bumbu kerumitan maka tidak ada masalah berarti mengenai hal tersebut (yang pasti, jika eksplorasi tidak dilandaskan pada kesadaran tertentu untuk menjembatani antara eksistensi produk dan planet, maka dampaknya tetap sangat merugikan bagi seluruh kehidupan di bumi).

Lain cerita, jika kita hendak menyelami eksplorasi diri secara esensial, ada baiknya sejenak, kesampingkan prinsip ‘kerumitan’ tersebut. Untuk sedetik saja, pejamkan mata, sadari napas, dan lihatlah betapa agungnya sistem penciptaan yang berproses di dalam diri ini.

Buah-buahan, hewan, telur, dan sayur mayur yang kita konsumsi, dapat bertransformasi menjadi bagian dari tubuh fisik kita, tanpa perlu dipusingkan bagaimana cara kerjanya. Ini terjadi begitu saja. Ketika sistem masih sehat. Dan satu satunya hal yang sangat penting diberikan perhatian penuh adalah sistem ini, agar dapat beroperasi dalam kondisi yang paling optimal.

Ada siratan bernuansa keruhanian yang menyebutkan apabila kehadiran Sang Pencipta, terdapat di dalam diri. Itu sangat jelas dipahami jika kita menengok ke dalam diri ini. Secara sederhana sekaligus kompleks, semua benih kehidupan diproses di dalam diri. Baik jika kita membahas perihal reproduksi, perkembangan mental, sampai pada semua aspek yang mendukung keberadaan kita di bumi ini. Bahkan, bagaimana kita mempersepsi dunia luar, bergantung pada bagaimana sistem di dalam diri kita merespon. Tentunya wujud yang dipersepsikan oleh indera manusia, berbeda dengan para binatang. Di tempat yang sama, burung hantu dan seekor anjing di sebelah anda, menanggapi paparan kompleksitas cahaya (penglihatan) dan kompleksitas senyawa kimia (aroma) yang berbeda. Sehingga, berlabuhlah kita pada kebijaksanaan kuno (yang kini disepakati oleh fisika modern), bahwa dunia ini Ilusi. Mimpi. Maya, bukan berarti tidak ada. Melainkan hal apapun yang kita persepsikan, bukanlah perwujudan dari keadaan yang sesungguhnya.

Kembali ke grounding. Kita tidak melihat percikkan dan mendengar desis kelistrikan di sekujur tubuh (seperti ketika Uchiha Sasuke mengaktifkan jurus chidori). Kendati demikian, ajaran lampau, sudah menyiarkan kabar ini kepada kita, sejak berabad-abad silam. Bahkan hari ini, ilmu pengetahuan modern sudah tiba pada pem- ahaman yang sependapat, bahwa aktifitas muatan listrik di dalam tubuh kita, berperan langsung bagi situasi fisiologis dan psikologis. Bukti ilmiah yang telah ditemukan oleh para Tim Peneliti setelah menghabiskan begitu banyak dana untuk mengungkap sekelumit fakta dari fenomena grounding, tentu sangat membantu bagi masyarakat modern yang haus akan penjelasan ilmiah.

Lantas, apa manfaat yang dijanjikan oleh grounding? Secara sederhana, ini hanyalah tentang TRANSAKSI bioelektrik bumi, dan bioelektrik di dalam diri kita. Permukaan tanah di bumi, mempunyai pasokan elektrik yang terus bersirkulasi dan diperbaharui oleh sirkuit kelistrikan di atmosfer (terutama pada saat badai petir terjadi). Namun tentu saja, tidak semua permukaan tanah adalah tempat yang ideal untuk melakukan grounding. Sebab terdapat beberapa kondisi seperti gurun dan tanah gersang, yang tidak konduktif secara bioelektrik.

Ada cara sederhana untuk memahami ini: Kita semua tahu, bahwa transaksi lain yang kita lakukan untuk mendukung kehidupan adalah proses BERNAPAS. Suatu siklus agung yang terjadi; antara KITA dan TANAMAN.

Tanaman memberikan kita oksigen, dan kita, memberikan kepada mereka karbondioksida. Sungguh transaksi yang indah. Karena hidup, adalah transaksi di berbagai level. Bahkan jika kita sering berdampingan dengan seseorang yang apatis, maka lambat-laun kita akan ikut terpengaruh (mengenai hal ini, akan saya bahas di artikel lain).

Jika mengambil contoh dari proses bernapas, tentu tidak semua udara adalah tempat yang ideal untuk melakukan pernapasan. Ada beberapa kondisi, terlebih di dunia modern, era di mana mengakses informasi jauh lebih mudah dilakukan ketimbang mendapatkan pasokan udara yang layak untuk dihirup. Kita bisa saja terus memaksa bernapas menggunakan udara yang tercemar, maupun udara di lingkungan perkotaan yang minim tanaman: Namun dampak yang harus ditanggung adalah kemunculan berbagai ketidaknyamanan dan penyakit di dalam diri: (tanaman, meski ada, hanya sekadar berfungsi sebagai hiasan belaka. Jumlahnya tidak setara dengan gedung-gedung serta barisan kendaraan, ditambah dengan tumpukan sampah membusuk yang menguarkan metan).

Efek seketika (natural) yang diperoleh saat sepasang telapak kaki atau sepasang telapak tangan kita bersentuhan (terhubung) dengan permukaan tanah adalah terjadi nya proses pembuangan muatan listrik berlebih pertukaran dan penyeimbangan muatan listrik dalam tubuh.

Kendati kebiasaan grounding lebih seringkali dilakukan oleh orang-orang terdahulu (berjalan tanpa alas kaki), tetapi boleh dibilang, justru masyarakat modernlah yang paling membutuhkan rutinitas ini sesering mungkin. Bukan tanpa alasan, mengingat hampir seluruh aktifitas kehidupan kita, tak lepas dari interaksi bersentuhan langsung dengan perangkat elektronik.

Tanpa tindakan grounding untuk mensirkulasikan residu muatan listrik yang terserap masuk ke dalam tubuh; (terlebih oleh mereka yang seharian penuh bermain smartphone hingga lupa waktu) maka residu kelistrikan tersebut akan terdeposit di setiap sel, organ dan jaringan tubuh, yang pada tahap selanjutnya, secara berkala, akan menyebabkan serangkaian gejolak gangguan ke dalam kompleksitas sistem tubuh manusia.

Perkembangan IPTEK telah membawa umat manusia ke tingkat kemudahan yang menakjubkan. Tidak ada perdebatan mengenai itu. Namun di sisi lain, kita harus mengakui, gaya hidup modern memicu lebih banyak problematika kesehatan, jika kita tidak memiliki kebijaksanaan yang ‘mekar’ dalam mempergunakan segala fasilitas.

Pola hidup sehat melalui serangkaian makanan, supplemen, olahraga dan ritual hidup positif yang teratur, fakta nya belum cukup membawa kesejahteraan bagi tubuh fisik dan mental. Masih banyak dari umat manusia yang pada akhirnya hidup dalam ketidaknyamanan diri di berbagai dimensi. Dunia modern mempunyai pilihan instan untuk meredakan gejala tersebut. Obat obatan. Anti depresan. Drugs. Alkohol. Diskotik. Dan pilihan paling konyol adalah bunuh diri: (kemudian entah sejak kapan, rutinitas liburan, wisata, jalan jalan dimaknai sebagai healing). Hal-hal ini hanyalah pelarian sesaat. Bersifat pengalihan rasa nyeri dan pereda rasa sakit untuk sementara waktu. Jadi, sudah saatnya kita benar-benar kembali terhubung dengan planet ini. Tidak ada alternatif lain. Grounding memang bukan solusi puncak. Sebab, terlalu lugu jika kita beranggapan, bahwa cukup dengan melakukan satu tindakan, maka semua masalah selesai begitu saja. Namun, dengan menambahkan grounding sebagai ritual hidup, maka kita pun telah melengkapi satu lagi puzzle kepingan-kepingan yang hilang dari bingkai kesatuan kosmos. Karena keberadaan kita, hanyalah konsekuensi dari serangkaian fenomena, yang disebut sebagai kosmos. Sanggup eksis secara individual, hanyalah mitos.

Saat saya menulis artikel ini (pada akhir tahun 2023), beberapa bulan ke belakang, terjadi rentetan peristiwa yang seolah olah ‘kebetulan’. Ada beberapa. Namun yang paling sering berulang adalah fenomena bunuh diri dan pembunuhan menggunakan senjata tajam. Terkadang, pemicunya hanyalah perkara kecil. Lalu konsekuensi akhir, rata-rata mirip. Ya itu tadi, bunuh diri atau penusukan/ pertikaian/pembacokan menggunakan senjata tajam.

Jelas, selalu ada alasan logis yang melatar-belakangi tindakan mereka. Tekanan hidup. Tekanan mental. Tekanan sosial, lingkungan, dan keluarga. Dendam lama. Dan apa pun itu. Hanya saja, kebanyakan dari kita luput menyadari eksisnya fenomena kosmos yang menjadi latar belakang paling dasar atas segala konsekuensi di bumi.

Lantas, apakah grounding bisa membantu menstabilkan sistem tubuh manusia secara tuntas? Agar setiap pengalaman hidup, dapat dimaknai dengan lebih luas?

Tidak. Tapi ini akan lumayan membantu. Karena sudah banyak pola hidup kita (manusia modern), yang bertentangan dengan hukum-hukum kosmos secara ekstensial.

Perlu tingkat kedisplinan tertentu, agar perubahan terjadi. Sebab, kita adalah makhluk yang tumbuh berdasarkan proses, seperti halnya benih yang butuh proses sebelum mewujud menjadi pohon tinggi yang penuh buah.

Kita bukan mesin. Yang ketika komponen tertentu rusak/usang, maka penanganannya adalah dengan mengganti sparepartnya. Cara ini ketika diterapkan kepada manusia, barangkali sekilas tampak seolah olah memiliki hasil, namun, secara fungsional, keterbatasan lainnya hadir.

Mekanisme grounding dari manusia ke bumi itu sederhana, sekaligus penting. Seperti kabel ground dari perangkat elektronik yang dihubungkan ke bumi, sebagai jalur pembuangan sinyal interferensi, agar sistem kelistrikan menjadi stabil. Manusia, sebagai organisme bioelektrik juga memerlukan kebiasaan ini. Kita memang bukan perangkat elektronik, tetapi sistem manusia, jauh lebih kompleks daripada sistem elektronik. Sangat disayangkan, ketika kebanyakan dari manusia, terjebak dalam drama psikologis mereka. Sehingga menyebabkan ketidakharmonisan di berbagai lapisan sistem. Kekacauan struktur energetik, reaksi kimiawi, fluktuasi mental, kinerja fisik, siklus elemental dan membran-membran memori lainnya.

Kestabilan bioelektrik, turut mempengaruhi proses biokimia. Apa manfaat yang didapatkan? Saya lebih menganjurkan untuk mengalami sendiri, daripada anda banyak membaca tabel grafik penelitian yang membingungkan. Entah anda mengalami sulit tidur, nyeri, stres, kecemasan berlebih, pegal di pundak hingga penyakit kronis, lakukan saja tekhnik sederhana di bawah ini. Bukan berarti saya menuhankan tekhnik grounding. Hanya saja, ini adalah ajakan untuk mengalami sendiri, salah satu potensi yang telah disediakan oleh Ibu Pertiwi… Salam hormat.

Luangkan waktu anda selama 21 hari. Anda hanya perlu disiplin melakukan selama 21 hari. Jika anda termasuk orang yang secara mental sering mencoba mengubah kebiasaan tertentu, namun dalam beberapa hari kemudian anda terjebak kembali ke kebiasaan lama, kami, di LHEAVENID mempunyai banyak relawan (para Hypnotherapist bersertifikat) yang siap membantu anda. Atau jika anda mempunyai masalah terkait pikiran bawah sadar yang spesifik (seperti trauma, kehampaan, kehilangan nilai-nilai kehidupan, tekanan bathin yang samar-samar, kekecewaan terhadap pernikahan, keluarga, hubungan, phobia atau bahkan merasa dahaga akan spiritualitas), silakan hubungi nomor di bagian kontak.

Bagaimana jika setelah 21 hari melakukan grounding, tidak ada hasil perubahan yang terjadi?

Mudah saja. Tinggalkan tekhnik ini. Atau anda bisa melakukan tes gula darah, tingkat kolestrol, tekanan darah, atau apapun itu. Buat perbandingan hasil tes sebelum melakukan grounding, dan hasil tes setelah melakukan grounding. Atau, jika anda mengenal parameter rata-rata dari hasil tes anda selama ini, maka bandingkan ketika anda sudah rutin melakukan grounding selama 21 hari.

Karena terkadang, orang-orang tidak menyadari perubahan kecil yang terjadi di dalam dirinya. Perubahan pasti terjadi meskipun tanpa usaha. Permasalahannya hanya tentang ini : Apakah perubahan yang lebih baik, atau perubahan yang kian memburuk? Apakah sistem kita semakin matang, atau malah hanya menuju pembusukan?

Jika anda berkehendak bertransformasi secara radikal, kami mempunyai sebuah program yang bernama MANDALA ROH. Namun jika anda hanya butuh perbaikan sistem secara reguler dan bertahap, cukup kumpulkan 21 tips penyembuhan 5 unsur yang disertakan secara gratis di website LHEAVENID, dan ini adalah tips pertama.

Selamat Merayakan Kehidupan. Bersulang!

 

 

Uncategorized

Navigasi pos

Next Post: “KONSEKUENSI KOSMOS”

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Uncategorized
  • Frequency X cosmic audio
  • “KONSEKUENSI KOSMOS”
  • PENYEMBUHAN 5 UNSUR (Part 1)

Copyright © 2026 LHEAVENID universeed.

Powered by PressBook WordPress theme